RSS

Hikmah dari dapur

Sampangan, 20 12 2012

Setelah menikah, tentulah banyak perubahan kewajiban pada seorang wanita yang menjadi seorang istri. Ada tanggungjawab baru yang terbilang klasik untuk seorang ibu rumah tangga, “memasak”. Di tengah usia kehamilan yang semakin bertambah, ada kendala untuk melakukan kegiatan memasak yaitu berdiri lama. Otomatis bila sedang memasak, selalu ada kursi untuk mengurangi kelelahan saat beraksi di depan kompor dengan senjata komplit.

Memasak dengan duduk di kursi ini ternyata bukan tanpa risiko, apalagi bila dudukan lebih rendah dari dasar kompor. Seringkali kita lengah, sehingga mudah terjadi hal yang tidak diinginkan yaitu kecipratan minyak panas. Seperti yang saya alami. Bukan hanya terciprat tapi ketumpahan tepatnya karena wajan posisinya jadi ikut-ikutan miring, akhirnya ruas telunjuk kiri merah karena luka bakar. Hemm, luka bakar grade I. Tapi bila dibiarkan, bisa berkembang jadi grade II. Langsung saja saya praktekkan pertolongan pertama pada luka bakar. Aliri dengan air mengalir selama mungkin, sampai warna merah dan rasa nyeri mereda. Lalu segera oleskan salep ampuh “MEBO” yang direkomendasikan sejak dulu waktu co ass bedah plastik di RSDK.

Namun bukan penanganan luka bakar yang ingin saya ceritakan melainkan hikmah menjadi seorang istri yang tangannya “hampir” melepuh. Teringat kisah Fatimah r.a. yang tangannya harus melepuh karena menggiling gandum. Ketegaran beliau sebagai seorang istri yang tidak banyak mengeluh memang pantas diakui. Kulitku hanya hampir melepuh, karena alhamdulillah suami langsung membelikan salep yang dimaksud sehingga nyeri yang dirasakan tidak bertambah karena timbulnya bula akibat penanganan luka bakar yang terlambat. Namun, kata-kata yang keluar dari mulut ini masih saja mengaduh dan terbersit seandainya begini dan begitu. Padahal seharusnya beristighfar “Astaghfirullahaladziem…”, memohon ampun kepada Allah. Seharusnya, hati dan jiwa ini tertunduk malu mengingat Rasulullah SAW pun sampai mengalir air matanya melihat Fatimah r.a. yang menggiling gandum dengan kedua tangannya sambil menyusui anaknya. Anakku”, katanya, “engkau menyegerakan kepahitan dunia untuk kemanisan akhirat.” Masih saja syukur yang terucap dari bibir Fatimah r.a. Ya Rasulullah, segala puji bagi Allah atas nikmat-Nya, dan pernyataan syukur hanyalah untuk Allah atas karunia-Nya.”

Merasa jadi manusia kerdil yang sering kurang bersyukur karena menganggap seolah-olah diri ini paling merana di dunia (–saat kejadian itu sendirian di rumah). Padahal Rasulullah SAW sudah menasehatkan Ya, Fatimah, kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikan baginya tujuh tabir dan menjauhkannya dari neraka. Ya, Fatimah, kepada wanita yang membuat roti bagi suami dan anak-anaknya, Allah menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum dan Allah melebur kejelekannya serta mengangkat derajatnya.

Semoga ridho Allah tidak tercabut karena mulut ini yang sering tidak pandai mengutarakan kata-kata yang baik akibat hati yang seringkali kurang ikhlas dalam bertindak. Astaghfirullahaladziem…

Sumber bacaan :

Republika, “Kado pernikahan untuk istriku” – M. Fauzil Adhim

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 20, 2012 in Hikmah

 

Tag: ,

Allah Cinta Pada

Allah Cinta Pada

Sepanjang usia kita hidup, seringkali kita melakukan banyak kebaikan untuk membuktikan cinta kita pada orang-orang terdekat baik orangtua, pasangan, anak, teman, relasi, dosen dan lainnya. Namun Sepanjang usia kita ini, sadar ataupun tidak, Allah setiap saat berusaha memberikan yang terbaik pada kita. Menunjukkan cinta Nya pada hamba Nya yang seringkali tak sadar. Cinta yang begitu besar tak mengharapkan imbalan apapun, karena kebesaran Nya yang tak kan berkurang bila segenep makhluk di dunia ini tak menyembah Nya atau tak tak bertambah sekalipun segenap makhluk di dunia ini menyembah Nya. begitu independen, tak tergantung karena kuasa Nya meliputi seluruh alam.

Lalu tidakkah ingin, kita menunjukkan cinta kita pada Nya? Seorang teman yang diberi kado, pun akan membalas memberi kado ketika kita berulang tahun. Seorang suami yang diberi perhatian tulus pun akan membalas dengan perhatian sepenuh hati kepada istri tercinta. Lalu apa yang harus kita lakukan untuk menunjukkan cinta kita pada Nya?

Jadi Ingat lagunya Opick

Allah cinta pada orang berzikir
Allah cinta pada orang berfikir
Allah cinta pada orang yang taat
Allah cinta pada orang bertaubat

Allah cinta pada orang yang jujur
Allah cinta pada orang bersyukur
Allah cinta pada orang dermawan
Allah cinta pada orang yang sabar

Delapan perkara yang semoga senantiasa kita usahakan setiap saat, setiap waktu…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 7, 2012 in Uncategorized

 

An Naba mengalun lembut dari bibir kecilnya

Magelang, 17 06 2011

Tibalah kami serombongan di Mungkid Kabupaten Magelang. Akhirnya setelah semua stase kulewati, inilah kegiatan yang pertama menyambutku. Senang sekaligus khawatir. Senang karena “Alhamdulillah” baru kusadari ternyata setelah semua kegiatan BEM maupun BSO (Badan Semi Otonom) termasuk penelitian dulu mempertemukanku dengan orang-orang hebat. Ya, merekalah yang sekarang menjadi dosen-dosen muka FK Undip dulu adalah kakak-kakak yang senantiasa sabar membantuku dalam kegiatan ini dan itu. Dan ujung-ujungnya kata-kata yang keluar adalah “eh, ketemu lagi..”.

Kami serombongan berangkat dengan bus yang sudah disediakan fakultas. Cukup mewah menurutku. Untuk sekedar baksos, kita diangkut dengan Safari Dharma Raya (Kayak mau Plesiran aja). Bus berangkat menuju tempat tujuan di Mungkid, Magelang. Perjalanan Semarang-Magelang masih sama seperti 6 bulan yang lalu, saat terakhir kali aku menginjakkan kaki di sana waktu stase IKM. Tidak banya

k yang berubah. Pepohonan kelapa yang pucuknya rontok diterpa “Wedhus Gembel” Merapi pada 7 bulan yang lalu kini mulai tumbuh pucuk-pucuknya. Janur-janur kuning kehijauan mulai menyembul menggantikan blarak yang sudah kecoklatan lagi tua.

Mungkid ternyata menjadi salah satu korban lahar dingin merapi. Pasir-pasir merapi bertebaran di mana-mana. Sungai yang dulu melintasi desa, kini tertutup gundukan pasir abu-abu kehitaman yang tingginya hampir menyamai jalan utama. Sekalipun bencana itu sudah berlalu, namun bekasnya masih nampak. Namun Allah senantiasa menunjukkan kebesarannya. Di sekitar tebaran pasir tersebut, pohon kelapa masih tegak berdiri bahkan terlihat lebih kokoh dan subur. Perkebunan sayur di belakang rumah yang kami gunakan untuk pengobatan pun tumbuh subur dan menyegarkan mata yang memandang. Tanaman padi pun mulai menguning tanda sebentar lagi panen tiba. Janji Allah memang benar adanya “Sungguh di balik kesulitan itu ada kemudahan”.

Kegiatan kami hari ini adalah Khitanan, Pengobatan dan Posyandu. Kebetulan Sari dan sebagian besar teman-teman 2005 lainnya mendapat mandat membantu Tim Khitan yang diketuai oleh dr. Hermawan (hormat senior!). Waktu pembagian Tim, Sari ternyata satu Tim dengan dr. Aswin dan Dinna. Alhamdulillah batinku. Mendapat kesempatan untuk kerjasama dengan senior yang sudah kukenal sebelumnya, membuatku merasa lebih percaya diri. Dibanding kalau berdampingan dengan residen atau bahkan supervisor. Wah yang ada bisa jiper bin kerdil nyaliku.

Sebenernya, hari itu cukup lumayan. Kami bertiga bisa bekerja sama dengan baik. Berganti-gantian sebagai operator, aisten operator dan asisten alat. Dr. Aswin orangnya sabar dan bisa menenangkan pasien. Sari jadi kebawa tenang dan alhamdulillah kedua tanganku bisa mengalir memainkan drama sirkumsisi dengan cukup lancar. Soalnya sebelumnya baru sekali Sari jadi operator, itu pun di tanah orang alias gak maksimal. Satu per satu pasien kami selesaikan dengan kompak dan saling mendukung. Benar-benar tim impian, semuanya berjalan mulus dengan sedikit kendala yang bisa kami tangani bersama. Tiap Tim Khitan mendapat jatah 6 orang pasien. Sampailah kami pada pasien terakhir. Pasien terakhir dan pasien terkecil. Usianya baru 5 tahun. Sempet keder juga, secara masih usia segitu, yang mau disirkum juga sudah kebayang ukurannya yang kecil dan rumitnya jahitan yang akan dibuat karena lapangan operasi yang terlalu sempit. Toh akhirnya tetap kami mulai dengan bismillah, semoga semuanya lancar

.

Sebut saja namanya Wawi, pasien terakhir kami yang lucu itu dengan penuh percaya diri menghampiri meja kami. Karena mejanya yang terlalu tinggi, kubopong dia naek ke atas meja operasi kami. Kemudian kutanya “Adek takut ndak? Sudah siap mau dikhitan?” kataku. Wawi menggeleng lembut dan tersenyum. Kemudian, kuminta dia berdoa agar lebih tenang selama proses khitan berjalan. Sari dan dr. Aswin membimbing Wawi untuk membaca surat Al Fatihah. Yah Cuma di awal saja, akhirnya Wawi meneruskannya sendiri karena dia memang sudah hafal. Kusiapkan semua instrumen yang diperlukan sampai akhirnya aku pun siap untuk menjalankan eksekusi sirkumsisi kali ini bersama Dinna dan dr. Aswin. Ketika baru akan kudesinfeksi lapangan operasi kami, perlahan tapi pasti dari mulut adek kecil itu mengalun “Amma yatasa alun, Aninnabail adziem…”. Spontan aku terperanjat dan kagum. Anak kecil ini mampu membius dan menghipnotisku dengan penuh kekaguman. Dia sudah hafal. Perlahan tapi pasti, bulir-bulir ayat suci Al Qur’an itu mengalir dari kedua bibirnya yang mungil. Dibacakannya Jus 30 dari An Naba, An Naziat, dst. Sambil merem, Wawi menahan takut. Kubaca “Bismillah..”, mba suntik ya dek. Anestesi blok dijalankan. Kemudian dilanjutkan dengan anestesi infiltrasi. Namun apa daya, kayaknya Blokku gagal. Waktu infiltrasi, Wawi kesakitan. Wawi pun menangis tak keruan. Ayat Al Qur’an yang tadi lancar dia ucapkan, kini terlupakan. Rasa sakit membuatnya tak kuasa untuk mengucap. Menangis..

Beribu upaya kami lakukan untuk menenangkannya. Memang dalam setiap prosedur anestesi sirkumsisi, diupayakan kedua tipe anestesi ini yang fungsinya saling melengkapi. Bunda Wawi pun datang, alu membimbing Wawi mengaji. Perlahan tapi pasti, aku sangat kagum pada cara Bunda menenangkan anaknya. Bukan dengan iming-iming permen atau mainan, tapi dengan ayat Al Qur’an. 5 menit berlalu penuh dengan tawar menawar. Apakah mau lanjut atau tidak. akhirnya Wawi setuju untuk melanjutkan proses khitannya. Kini obat biusnya kombinasi dosis tinggi : anestesi medis plus pelukan Bunda plus merdunya ayat-ayat Al Qur’an dari mulut Wawi. Jadi ingat kisah sahabat. Ali RA saat luka perang dan kakinya tertancap panah/tombak, maka beliau minta kepada sahabatnya untuk mencabut anak panah tersebut saat berdiri shalat. Dan terbukti Ali RA tidak tahu setelah shalat selesai bahwa panah tersebut telah dicabut/tercabut. Alhamdulillah, proses khitan pun akhirnya selesai. Wawi pun, jadi pasien khitanku yang paling kecil, paling berani dan paling menginspirasi. Insya Allah nak, mba pun akan meningkatkan hafalan mba. Biar ndak kalah sama Wawi, kalau Wawi sudah besar nanti ^_^

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 21, 2011 in Kesehatan, Perjalanan

 

Tag: , , , , ,

Inhalation Device

Sumber : Kuliah Prof. dr. Sidhartani Zain, MSc, Sp.A(K)

Berhubung mau kompre, jadi keliling cari tentiran.

Salah satu yg kudapat hari ini adalah tentiran dr. Liza tentang Inhalation Device, tentirannya diambil dari slide kuliah Prof. dr. Sidhartani Zain, MSc, Sp.A(K). Ditambah beberapa gambar dan tentiran dr. Anam, Sp. A. Tulisan ini semata-mata untuk berbagi dengan rekan-rekan semua yang butuh info tentang inhalation device (pernah keluar soal kompre klo g salah), bukan untuk kepentingan publikasi pribadi semata. Semoga dapat membantu.

Inhalation Devices

  1. MDI (Meter Dose Inhaler)
  2. MDI dengan spacer
  3. DPI (Dry Powder Inhaler) : rotahaler, turbohaler, disk-haler
  4. Nebulizer

Namun, yang akan dibahas lebih lanjut hanya no. 1-3 saja

Type
<2 yr
2-4 yr
5-7 yr
> 8 yr
MDI, spacer & maskMDI & spacer
Dry powder device
Breath-activated device
MDI (alone)
  
 
 
±
±
 

MDI (Metered-dose Inhaler)

Contoh Obat :

Cara Penggunaan :

1. Lepaskan penutup aerosol

2. Pegang tabung obat di antara ibu jari dan jari telunjuk kemudian kocok seperti gambar

3. Ekspirasi maksimal. Semakin banyak udara yang dihembuskan, semakin dalam obat dapat dihirup.

4. Letakkan mouthpiece di antara kedua bibir, katupkan kedua bibir kuat-kuat

5. Lakukan inspirasi secara perlahan. Pada awal inspirasi, tekan MDI seperti pada gambar. Lanjutkan inspirasi anda   selambat dan sedalam mungkin.

6. Tahan nafas selama kurang lebih 10 detik agar obat dapat bekerja

7. Keluarkan nafas secara perlahan

8. Kumur setelah pemakaian (mengurangi ES stomatitis)

MDI dengan Spacer

Kelebihan :

  • Kecepatan aerosol berkurang
  • Terdapat katup pengaman (sehingga udara ekspirasi tidak masuk kembali ke chamber)
  • Deposisi di paru meningkat
  • Kurang diperlukan koordinasi
  • Efek samping minimal
  • HARUS digunakan pada bayi/anak

BABYHALER

SPACER DEVICE

DPI (Dry Powder Inhaler)

Kelebihan :

  • Tidak memerlukan propelan (kurang iritatif)
  • Deposisi di paru lebih besar dibanding MDI tanpa spacer
  • Tidak perlu spacer
  • Mudah dan praktis untuk dibawa

Kekurangan :

  • Perlu penghisapan yang kuat
  • Sulit pada anak kecil

Jenis :

  1. Rotahaler
  2. Turbuhaler
  3. Disk-haler

Cara Penggunaan :

  1. Rota haler
  2. TurbuhalerCara Pemakaian :
    1. Buka tutup turbuhaler
    2. Putar ke kanan sampai habis (maksimal)
    3. Putar ke kiri sampai berbunyi “klik”
    4. Keluarkan nafas (ekspirasi maksimal), masukkan mulut ke turbuhaler
    5. Hisap secara kuat dan cepat (inspirasi maksimal)
    6. Tahan napas dan hitung sampai 5-10
    7. Tutup kembali turbuhaler
    8. Kumur setelah menghisap
  3. Disk-haler
  1. Buka tutup mouthpiece disk-haler
  2. Buka tutup disk-haler (disk-haler lid) untuk membuka plastik penutup obat
  3. Keluarkan nafas (ekspirasi maksimal), masukkan mulut ke turbuhaler
  4. Hisap secara kuat dan cepat (inspirasi maksimal)
  5. Tahan napas dan hitung sampai 5-10
  6. Tutup kembali turbuhaler
  7. Tarik tempat disk ke depan agar obat yang sudah habis bergeser, dorong ke tempat semula
  8. Kumur setelah menghisap
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 14, 2011 in Kesehatan

 

Ebook Obsgyn

Ini koleksi ebook obsgynku, monggo diunduh buat yg butuh :

  1. William Obstetri Ed 22
  2. Manual of Obstetrics 7e 2007
  3. Glass Office Gynecology

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 9, 2011 in Ebook, Ebook Kedokteran

 

Tag: , , , , ,

Angry Bird Rio

NgeGame mode *ON

Rio is back..
Dalam versi Game Angry Bird Rio
Kali ini, bebaskan burungnya dan kalahkan monyetnya !!
Trailer Angry Bird Rio :
Download:

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 9, 2011 in Download, Uncategorized

 

Tag: , ,

Ebook Radiology

Ini ebook radiologi yang lumayan bisa buat belajar :

  1. Basic Radiology
  2. Essentials Radiology
  3. Imaging for Students
  4. Pocket Atlas of Sectional Anatomy – Computed Tomography and Magnetic Resonance Imaging Vol. I : Head and Neck
  5. Pocket Atlas of Sectional Anatomy – Computed Tomography and Magnetic Resonance Imaging Vol. 2 : Thorax, Abdomen and Pelvis
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 3, 2011 in Ebook, Ebook Kedokteran

 

Tag: , , , , , , , , , , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: