RSS

ANEMIA DALAM KEHAMILAN

09 Mei
ANEMIA DALAM KEHAMILAN


Ibu yang hamil benar-benar berada dalam rasa lelah yang amat sangat. Hamil aterm (cukup bulan) lamanya berkisar antara 37 – 41 minggu. Hampir 10 BULAN lamanya.

Si jabang bayi itu bagaikan parasit yang bukan hanya numpang hidup. Tapi juga numpang makan, numpang pipis, numpang tidur, ngisep darah, hidup pula. Haha..

Kalau bukan karena Allah yang menciptakan rasa cinta seorang ibu kepada anak yang dikandungnya, pasti udah dikata-katain kali tu si jabang bayi. Untuk mendukung kehidupan si bayi, tubuh ibu berkorban menempuh risiko sakit, cacat bahkan kematian. Hiii kehamilan itu penuh risiko lho!

Salah satu contohnya adalah perubahan terhadap fisiologis darah ibu. Darah ibu hamil itu encer.

Koq bisa? si janin yang notabene bagian tubuhnya sebagian besar adalah cairan (plasma), ikut mengalir bersama sirkulasi darah ibu. Akibatnya, darah ibu bagaikan digelontor berkilo-kilo air, padahal tidak terdapat peningkatan signifikan dari sel darah merah (SDM). Alhasil wal outcome nya adalah peningkatan kejadian anemia pada ibu hamil. AWAS, ANEMIA pada kehamilan meningkatkan risiko Angka Kematian Ibu. Makanya, ibu hamil HARUS and WAJIB cukup GIZI! Mau tau lebih lanjut tentang Anemia dalam Kehamilan? Simak yang berikut ini ye… oye…

  • Apa sih yang disebut dengan anemia dalam kehamilan ?

Anemia dalam kehamilan adalah keadaan dimana Hemoglobin (Hb) ibu pada kehamilan

  • Trimester I dan III           < 11 gr/dl
  • Trimester II                      < 10,5 gr/dl

Tanda dan gejalanya :

  • Ibu mudah lelah, pusing, mual, berkunang-kunang, mudah pingsan
  • Pucat terutama terlihat pada selaput kelopak mata, wajah dan telapak tangan
  • Bagaimana mengetahui apakah ibu hamil anemia atau tidak ?

Lakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur di Bidan atau Dokter, minimal :

  • Satu kali pada Trimester I (usia kehamilan 0 – 12 minggu)
  • Satu kali pada Trimester II (usia kehamilan 12 – 24 minggu)
  • Dua kali pada Trimester III (usia kehamilan 25 – 42 minggu)

Idealnya :

  • 1 x per BULAN pada umur kehamilan 0 – 28 minggu
  • 1 x per 2 MINGGU pada umur kehamilan 28 – 36 minggu
  • 1 x per MINGGU pada umur kehamilan 36 mimggu – Persalinan
  • Apa saja bahaya anemia dalam kehamilan dan persalinan ?

  1. Gangguan pertumbuhan janin
  2. Risiko persalinan prematur meningkat
  3. Gangguan kontraksi rahim saat persalinan
  4. Meningkatkan risiko tindakan perbaikan kontraksi saat persalinan
  5. Perdarahan pasca salin
  • Bagaimana pengobatan anemia dalam kehamilan ?

Pada dasarnya pengobatan anemia disesuaikan dengan jenis anemianya. Anemia yang paling sering diderita ibu hamil adalah anemia defisiensi besi. Pengobatan anemia ini yaitu dengan :

Pemberian preparat besi oral yang mengandung 200 mg Fe per hari diminum sebaiknya saat perut kosong (di antara waktu makan atau sebelum tidur) hingga Hb > 10 g/dl kemudian diteruskan hingga 3 bulan setelahnya. Bila tidak memungkinkan dengan terapi per oral, maka diberikan transfusi.

  • Bagaimana pencegahan agar tidak menderita anemia dalam kehamilan ?

  1. Cukup nutrisi selama kehamilan! Ibu hamil tidak ada pantangan makanan kecuali ibunya mau makan beling atau makan kulit duren.
  2. Banyak makan yang mengandung besi haem yang berasal dari hewani seperti hati, daging, telur, dan lain2.
  3. Minum susu.
  4. Jangan minum teh setelah makan, karena teh dapat menurunkan penyerapan besi.
  5. Bawa camilan sehat saat sedang bekerja, supaya gizinya cukup
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 9, 2011 in Kesehatan

 

Tag: , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: