RSS

Inhalation Device

14 Jun

Sumber : Kuliah Prof. dr. Sidhartani Zain, MSc, Sp.A(K)

Berhubung mau kompre, jadi keliling cari tentiran.

Salah satu yg kudapat hari ini adalah tentiran dr. Liza tentang Inhalation Device, tentirannya diambil dari slide kuliah Prof. dr. Sidhartani Zain, MSc, Sp.A(K). Ditambah beberapa gambar dan tentiran dr. Anam, Sp. A. Tulisan ini semata-mata untuk berbagi dengan rekan-rekan semua yang butuh info tentang inhalation device (pernah keluar soal kompre klo g salah), bukan untuk kepentingan publikasi pribadi semata. Semoga dapat membantu.

Inhalation Devices

  1. MDI (Meter Dose Inhaler)
  2. MDI dengan spacer
  3. DPI (Dry Powder Inhaler) : rotahaler, turbohaler, disk-haler
  4. Nebulizer

Namun, yang akan dibahas lebih lanjut hanya no. 1-3 saja

Type
<2 yr
2-4 yr
5-7 yr
> 8 yr
MDI, spacer & maskMDI & spacer
Dry powder device
Breath-activated device
MDI (alone)
  
 
 
±
±
 

MDI (Metered-dose Inhaler)

Contoh Obat :

Cara Penggunaan :

1. Lepaskan penutup aerosol

2. Pegang tabung obat di antara ibu jari dan jari telunjuk kemudian kocok seperti gambar

3. Ekspirasi maksimal. Semakin banyak udara yang dihembuskan, semakin dalam obat dapat dihirup.

4. Letakkan mouthpiece di antara kedua bibir, katupkan kedua bibir kuat-kuat

5. Lakukan inspirasi secara perlahan. Pada awal inspirasi, tekan MDI seperti pada gambar. Lanjutkan inspirasi anda   selambat dan sedalam mungkin.

6. Tahan nafas selama kurang lebih 10 detik agar obat dapat bekerja

7. Keluarkan nafas secara perlahan

8. Kumur setelah pemakaian (mengurangi ES stomatitis)

MDI dengan Spacer

Kelebihan :

  • Kecepatan aerosol berkurang
  • Terdapat katup pengaman (sehingga udara ekspirasi tidak masuk kembali ke chamber)
  • Deposisi di paru meningkat
  • Kurang diperlukan koordinasi
  • Efek samping minimal
  • HARUS digunakan pada bayi/anak

BABYHALER

SPACER DEVICE

DPI (Dry Powder Inhaler)

Kelebihan :

  • Tidak memerlukan propelan (kurang iritatif)
  • Deposisi di paru lebih besar dibanding MDI tanpa spacer
  • Tidak perlu spacer
  • Mudah dan praktis untuk dibawa

Kekurangan :

  • Perlu penghisapan yang kuat
  • Sulit pada anak kecil

Jenis :

  1. Rotahaler
  2. Turbuhaler
  3. Disk-haler

Cara Penggunaan :

  1. Rota haler
  2. TurbuhalerCara Pemakaian :
    1. Buka tutup turbuhaler
    2. Putar ke kanan sampai habis (maksimal)
    3. Putar ke kiri sampai berbunyi “klik”
    4. Keluarkan nafas (ekspirasi maksimal), masukkan mulut ke turbuhaler
    5. Hisap secara kuat dan cepat (inspirasi maksimal)
    6. Tahan napas dan hitung sampai 5-10
    7. Tutup kembali turbuhaler
    8. Kumur setelah menghisap
  3. Disk-haler
  1. Buka tutup mouthpiece disk-haler
  2. Buka tutup disk-haler (disk-haler lid) untuk membuka plastik penutup obat
  3. Keluarkan nafas (ekspirasi maksimal), masukkan mulut ke turbuhaler
  4. Hisap secara kuat dan cepat (inspirasi maksimal)
  5. Tahan napas dan hitung sampai 5-10
  6. Tutup kembali turbuhaler
  7. Tarik tempat disk ke depan agar obat yang sudah habis bergeser, dorong ke tempat semula
  8. Kumur setelah menghisap
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 14, 2011 in Kesehatan

 

One response to “Inhalation Device

  1. venty

    Juni 14, 2011 at 2:23 pm

    tefi..jazakillah..bagus2..d^^b

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: