RSS

Arsip Kategori: Kesehatan

An Naba mengalun lembut dari bibir kecilnya

Magelang, 17 06 2011

Tibalah kami serombongan di Mungkid Kabupaten Magelang. Akhirnya setelah semua stase kulewati, inilah kegiatan yang pertama menyambutku. Senang sekaligus khawatir. Senang karena “Alhamdulillah” baru kusadari ternyata setelah semua kegiatan BEM maupun BSO (Badan Semi Otonom) termasuk penelitian dulu mempertemukanku dengan orang-orang hebat. Ya, merekalah yang sekarang menjadi dosen-dosen muka FK Undip dulu adalah kakak-kakak yang senantiasa sabar membantuku dalam kegiatan ini dan itu. Dan ujung-ujungnya kata-kata yang keluar adalah “eh, ketemu lagi..”.

Kami serombongan berangkat dengan bus yang sudah disediakan fakultas. Cukup mewah menurutku. Untuk sekedar baksos, kita diangkut dengan Safari Dharma Raya (Kayak mau Plesiran aja). Bus berangkat menuju tempat tujuan di Mungkid, Magelang. Perjalanan Semarang-Magelang masih sama seperti 6 bulan yang lalu, saat terakhir kali aku menginjakkan kaki di sana waktu stase IKM. Tidak banya

k yang berubah. Pepohonan kelapa yang pucuknya rontok diterpa “Wedhus Gembel” Merapi pada 7 bulan yang lalu kini mulai tumbuh pucuk-pucuknya. Janur-janur kuning kehijauan mulai menyembul menggantikan blarak yang sudah kecoklatan lagi tua.

Mungkid ternyata menjadi salah satu korban lahar dingin merapi. Pasir-pasir merapi bertebaran di mana-mana. Sungai yang dulu melintasi desa, kini tertutup gundukan pasir abu-abu kehitaman yang tingginya hampir menyamai jalan utama. Sekalipun bencana itu sudah berlalu, namun bekasnya masih nampak. Namun Allah senantiasa menunjukkan kebesarannya. Di sekitar tebaran pasir tersebut, pohon kelapa masih tegak berdiri bahkan terlihat lebih kokoh dan subur. Perkebunan sayur di belakang rumah yang kami gunakan untuk pengobatan pun tumbuh subur dan menyegarkan mata yang memandang. Tanaman padi pun mulai menguning tanda sebentar lagi panen tiba. Janji Allah memang benar adanya “Sungguh di balik kesulitan itu ada kemudahan”.

Kegiatan kami hari ini adalah Khitanan, Pengobatan dan Posyandu. Kebetulan Sari dan sebagian besar teman-teman 2005 lainnya mendapat mandat membantu Tim Khitan yang diketuai oleh dr. Hermawan (hormat senior!). Waktu pembagian Tim, Sari ternyata satu Tim dengan dr. Aswin dan Dinna. Alhamdulillah batinku. Mendapat kesempatan untuk kerjasama dengan senior yang sudah kukenal sebelumnya, membuatku merasa lebih percaya diri. Dibanding kalau berdampingan dengan residen atau bahkan supervisor. Wah yang ada bisa jiper bin kerdil nyaliku.

Sebenernya, hari itu cukup lumayan. Kami bertiga bisa bekerja sama dengan baik. Berganti-gantian sebagai operator, aisten operator dan asisten alat. Dr. Aswin orangnya sabar dan bisa menenangkan pasien. Sari jadi kebawa tenang dan alhamdulillah kedua tanganku bisa mengalir memainkan drama sirkumsisi dengan cukup lancar. Soalnya sebelumnya baru sekali Sari jadi operator, itu pun di tanah orang alias gak maksimal. Satu per satu pasien kami selesaikan dengan kompak dan saling mendukung. Benar-benar tim impian, semuanya berjalan mulus dengan sedikit kendala yang bisa kami tangani bersama. Tiap Tim Khitan mendapat jatah 6 orang pasien. Sampailah kami pada pasien terakhir. Pasien terakhir dan pasien terkecil. Usianya baru 5 tahun. Sempet keder juga, secara masih usia segitu, yang mau disirkum juga sudah kebayang ukurannya yang kecil dan rumitnya jahitan yang akan dibuat karena lapangan operasi yang terlalu sempit. Toh akhirnya tetap kami mulai dengan bismillah, semoga semuanya lancar

.

Sebut saja namanya Wawi, pasien terakhir kami yang lucu itu dengan penuh percaya diri menghampiri meja kami. Karena mejanya yang terlalu tinggi, kubopong dia naek ke atas meja operasi kami. Kemudian kutanya “Adek takut ndak? Sudah siap mau dikhitan?” kataku. Wawi menggeleng lembut dan tersenyum. Kemudian, kuminta dia berdoa agar lebih tenang selama proses khitan berjalan. Sari dan dr. Aswin membimbing Wawi untuk membaca surat Al Fatihah. Yah Cuma di awal saja, akhirnya Wawi meneruskannya sendiri karena dia memang sudah hafal. Kusiapkan semua instrumen yang diperlukan sampai akhirnya aku pun siap untuk menjalankan eksekusi sirkumsisi kali ini bersama Dinna dan dr. Aswin. Ketika baru akan kudesinfeksi lapangan operasi kami, perlahan tapi pasti dari mulut adek kecil itu mengalun “Amma yatasa alun, Aninnabail adziem…”. Spontan aku terperanjat dan kagum. Anak kecil ini mampu membius dan menghipnotisku dengan penuh kekaguman. Dia sudah hafal. Perlahan tapi pasti, bulir-bulir ayat suci Al Qur’an itu mengalir dari kedua bibirnya yang mungil. Dibacakannya Jus 30 dari An Naba, An Naziat, dst. Sambil merem, Wawi menahan takut. Kubaca “Bismillah..”, mba suntik ya dek. Anestesi blok dijalankan. Kemudian dilanjutkan dengan anestesi infiltrasi. Namun apa daya, kayaknya Blokku gagal. Waktu infiltrasi, Wawi kesakitan. Wawi pun menangis tak keruan. Ayat Al Qur’an yang tadi lancar dia ucapkan, kini terlupakan. Rasa sakit membuatnya tak kuasa untuk mengucap. Menangis..

Beribu upaya kami lakukan untuk menenangkannya. Memang dalam setiap prosedur anestesi sirkumsisi, diupayakan kedua tipe anestesi ini yang fungsinya saling melengkapi. Bunda Wawi pun datang, alu membimbing Wawi mengaji. Perlahan tapi pasti, aku sangat kagum pada cara Bunda menenangkan anaknya. Bukan dengan iming-iming permen atau mainan, tapi dengan ayat Al Qur’an. 5 menit berlalu penuh dengan tawar menawar. Apakah mau lanjut atau tidak. akhirnya Wawi setuju untuk melanjutkan proses khitannya. Kini obat biusnya kombinasi dosis tinggi : anestesi medis plus pelukan Bunda plus merdunya ayat-ayat Al Qur’an dari mulut Wawi. Jadi ingat kisah sahabat. Ali RA saat luka perang dan kakinya tertancap panah/tombak, maka beliau minta kepada sahabatnya untuk mencabut anak panah tersebut saat berdiri shalat. Dan terbukti Ali RA tidak tahu setelah shalat selesai bahwa panah tersebut telah dicabut/tercabut. Alhamdulillah, proses khitan pun akhirnya selesai. Wawi pun, jadi pasien khitanku yang paling kecil, paling berani dan paling menginspirasi. Insya Allah nak, mba pun akan meningkatkan hafalan mba. Biar ndak kalah sama Wawi, kalau Wawi sudah besar nanti ^_^

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 21, 2011 in Kesehatan, Perjalanan

 

Tag: , , , , ,

Inhalation Device

Sumber : Kuliah Prof. dr. Sidhartani Zain, MSc, Sp.A(K)

Berhubung mau kompre, jadi keliling cari tentiran.

Salah satu yg kudapat hari ini adalah tentiran dr. Liza tentang Inhalation Device, tentirannya diambil dari slide kuliah Prof. dr. Sidhartani Zain, MSc, Sp.A(K). Ditambah beberapa gambar dan tentiran dr. Anam, Sp. A. Tulisan ini semata-mata untuk berbagi dengan rekan-rekan semua yang butuh info tentang inhalation device (pernah keluar soal kompre klo g salah), bukan untuk kepentingan publikasi pribadi semata. Semoga dapat membantu.

Inhalation Devices

  1. MDI (Meter Dose Inhaler)
  2. MDI dengan spacer
  3. DPI (Dry Powder Inhaler) : rotahaler, turbohaler, disk-haler
  4. Nebulizer

Namun, yang akan dibahas lebih lanjut hanya no. 1-3 saja

Type
<2 yr
2-4 yr
5-7 yr
> 8 yr
MDI, spacer & maskMDI & spacer
Dry powder device
Breath-activated device
MDI (alone)
  
 
 
±
±
 

MDI (Metered-dose Inhaler)

Contoh Obat :

Cara Penggunaan :

1. Lepaskan penutup aerosol

2. Pegang tabung obat di antara ibu jari dan jari telunjuk kemudian kocok seperti gambar

3. Ekspirasi maksimal. Semakin banyak udara yang dihembuskan, semakin dalam obat dapat dihirup.

4. Letakkan mouthpiece di antara kedua bibir, katupkan kedua bibir kuat-kuat

5. Lakukan inspirasi secara perlahan. Pada awal inspirasi, tekan MDI seperti pada gambar. Lanjutkan inspirasi anda   selambat dan sedalam mungkin.

6. Tahan nafas selama kurang lebih 10 detik agar obat dapat bekerja

7. Keluarkan nafas secara perlahan

8. Kumur setelah pemakaian (mengurangi ES stomatitis)

MDI dengan Spacer

Kelebihan :

  • Kecepatan aerosol berkurang
  • Terdapat katup pengaman (sehingga udara ekspirasi tidak masuk kembali ke chamber)
  • Deposisi di paru meningkat
  • Kurang diperlukan koordinasi
  • Efek samping minimal
  • HARUS digunakan pada bayi/anak

BABYHALER

SPACER DEVICE

DPI (Dry Powder Inhaler)

Kelebihan :

  • Tidak memerlukan propelan (kurang iritatif)
  • Deposisi di paru lebih besar dibanding MDI tanpa spacer
  • Tidak perlu spacer
  • Mudah dan praktis untuk dibawa

Kekurangan :

  • Perlu penghisapan yang kuat
  • Sulit pada anak kecil

Jenis :

  1. Rotahaler
  2. Turbuhaler
  3. Disk-haler

Cara Penggunaan :

  1. Rota haler
  2. TurbuhalerCara Pemakaian :
    1. Buka tutup turbuhaler
    2. Putar ke kanan sampai habis (maksimal)
    3. Putar ke kiri sampai berbunyi “klik”
    4. Keluarkan nafas (ekspirasi maksimal), masukkan mulut ke turbuhaler
    5. Hisap secara kuat dan cepat (inspirasi maksimal)
    6. Tahan napas dan hitung sampai 5-10
    7. Tutup kembali turbuhaler
    8. Kumur setelah menghisap
  3. Disk-haler
  1. Buka tutup mouthpiece disk-haler
  2. Buka tutup disk-haler (disk-haler lid) untuk membuka plastik penutup obat
  3. Keluarkan nafas (ekspirasi maksimal), masukkan mulut ke turbuhaler
  4. Hisap secara kuat dan cepat (inspirasi maksimal)
  5. Tahan napas dan hitung sampai 5-10
  6. Tutup kembali turbuhaler
  7. Tarik tempat disk ke depan agar obat yang sudah habis bergeser, dorong ke tempat semula
  8. Kumur setelah menghisap
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Juni 14, 2011 in Kesehatan

 

Awas Klorin!!

Minggu, 15 Mei 2011

Pulang dari dinas (*ceilee dinas) di Halmahera, niatnya pengen santai di rumah. Alhasil semua cucian sari percayakan pada laundry tercinta di bergota. Sekalian tak promosikan ya, cuciannya murah cuma Rp 2500 per Kg udah setrika plus pewangi dan pelembut (wanginya nahan smpe 3-4 hari). Tapi tidak recommended buat cucian yang warna putih, soalnya kayaknya dicampur gitu di mesin cuci jadi gak terlalu bersih. Pulanglah saya dengan langkah santai karena hanya akan mencuci beberapa baju berwarna putih dan piiiiipppppp (TST lah, Tau Sama Tau..  ).

Berhubung ada jas co assku yang baru yang masih putih mulus itu kecoret bolpen, aduh coretannya panjang banget, mana sari gak tau siapa yang nyoret pula jadi mau tak mau harus dicuci pakai pemutih. Biar gampang, direndemlah semaleman pakai pemutih. Esoknya, belom sempet dibilas eh cuciannya udah dijemur sama ibu. Aduh, coretannya masih ada. Hiks, akhirnya kuputuskan tuk membilasnya langsung dengan pemutih tanpa diencerin. Padahal sebenernya aku udah tau, kalau pemutih itu iritatif banget. Sebelumnya, aku pernah liat temen yang melakukan hal serupa dan gak masalah tuh. Cek kucek kucek, srek srek, dua tangan beradu menggosok memelintir mengucek bagian baju yang tercoret tadi. Belom ada semenit, sepertinya hanya ada perubahan minimal pada coretan tadi alias cuma memudar dikit. Tiba-tiba srek, kulihat ada kelupasan kulit  di atas tempat kucekan (bukan cuma epitel tapi epidermisku terkelupas!!).

Aduuuuhhh, kulitku ngelupas!!        

Spontan kuhentikan kegiatan mengucek, lalu kubilas tanganku dengan air mengalir sebanyak-banyaknya. Perih banget nih. Gak kan kuulangi deh, belagak sombong punya kulit badak gak mempan sama zat apapun. Penasaran tentang efek klorin itu sendiri akhirnya kuputuskan nyari tau tentang klorin dan cairan pemutih, ini hasilnya :  

Klorin itu apa ya?

Klorin merupakan bahan kimia yang digunakan secara luas sebagai desinfektan dan pemutih.1 Pada suhu ruangan, klorin berbentuk gas yang berwarna kuning kehijauan dan mempunyai bau yang tajam serta iritatif.2

Kegunaan klorin

  1. Desinfektan. Klorin digunakan untuk desinfeksi air termasuk air untuk mandi, kolam renang dan juga air minum. Klorin digunakan sebagai desinfektan air minum karena mempunyai efek dapat membunuh bakteri E. Coli serta Giardia dan harganya murah. Penambahan klorin pada air minum dimulai sejak tahun 1800. Sejak tahun 1904, penambahan klorin pada air minum menjadi standar yang harus dipenuhi penyedia layanan air minum hingga sekarang.1 Termasuk pada air PDAM kita lho. Cairan klorin juga dapat digunakan sebagai cairan pembersih alat-alat rumah tangga.2 Di bidang kesehatan, larutan klorin 0,5% telah sejak lama digunakan untuk dekontaminasi alat-alat bedah seperti jahit set dan partus set.3
  2. Pemutih. Pada proses produksi kertas dan pakaian, klorin digunakan sebagai cairan pemutih (bleaching).2 Di pasaran, klorin dikemas sebagai agent pemutih pakaian dengan berbagai merk. Bahan dasarnya dibuat dari natrium hidroksida dan gas klor (gas klorin dialirkan ke dalam larutan natrium hidroksida sehingga membentuk natrium hipoklorit (NaOCL) yang disebut zat pemutih).4
  3. Senjata kimia. Karena efeknya yang sangat iritatif, gas klorin telah digunakan sebagai senjata kimia pada perang dunia ke II.1

Bagaimana caranya klorin dapat masuk ke tubuh kita?

Klorin merupakan zat asam yang korosif.2 Klorin akan berperan sebagai iritan kuat pada jaringan yang sensitif.1 Kontak jangka panjang dengan klorin dapat menyebabkan terbentuknya radikal bebas. Radikal bebas adalah zat karsinogenik yang dapat menyebabkan kerusakan sel.1 

Klorin dapat masuk ke tubuh dengan cara :

  1. Terhirup melalui saluran nafas. Klorin sangat berbahaya bila terhirup ke saluran pernafasan. Berat molekul gas klorin lebih besar dari udara sehingga akan selalu menempati daerah terendah dan mengendap di saluran nafas. Paparan klorin pada anak-anak dapat menyebabkan serangan asma.2 Studi di Belgia tahun 2003 menyebutkan iritan yang dikenal dengan triclhoramin. Trikloramin ini akan dilepaskan apabila air yang berklorinasi bereaksi dengan material organik seperti urin atau keringat manusia. Trikloramin dipercaya dapat menginisiasi proses biologi yang dapat merusak barier seluler permukaan paru.1
  2. Kontak dengan kulit atau mata. Efek klorin sangat negatif untuk kosmetik. Klorin dapat menyebabkan hilangnya kelembaban kulit dan rambut sehingga terlihat keriput dan kering.1 Kontak dengan cairan klorin dapat menyebabkan kulit dan mata terbakar.2    
  3. Melalui inhalasi uap panas dan absorbsi melaui kulit. Paparan klorin yang berbahaya adalah melaui inhalasi uap panas dan absorbsi melalui kulit saat mandi menggunakan shower. Air shower yang hangat akan membuka pori-pori kulit dan menyebabkan peningkatan absorbsi klorin dan bahan kimia lainnya dalam air. Inhalasi sangat berbahaya mengingat gas klorin (kloroform) yang terhirup dapat langsung menuju aliran darah.1
  4. Masuk ke saluran cerna melaui air atau makanan yang terkontaminasi. Menurut U.S. Council of Environmental Quality, risiko terjadinya kanker meningkat sebesar 93% pada penduduk yang mengonsumsi air berklorinasi dibandingkan dengan yang tidak mengandung klorin. Pada penelitian binatang, tikus yang terpapar klorin dan kloramin menderita tumor ginjal dan usus.  

Dr. Joseph Price menulis sebuah buku yang kontroversal mengenai efek klorin  dapat menyebabkan aterosklerosis, serangan jantung dan stroke. Dr. Price mengadakan percobaan pada ayam. Subjek penelitian dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok yang diberi air minum berklorinasi dan yang tidak. Ketika dilakukan otopsi, kelompok yang terpapar klorin memperlihatkan penyakit jantung sistemik pada setiap spesimen. Kelompok yang tidak terpapar tidak menunjukkan hal demikian. Kelompok yang terpapar klorin menunjukkan sirkulasi yang buruk, bulu-bulunya rontok, kedinginan dan kurang aktif saat musim dingin tiba.1

Gejala akut akibat paparan klorin :

  • Iritasi saluran nafas
  • Wheezing / Mengi
  • Kesulitan bernafas
  • Suara serak
  • Batuk
  • Sesak nafas
  • Iritasi mata
  • Iritasi kulit

Tingkat keparahan akibat paparan klorin tergantung bagaimana cara masuknya, dosis dan lama paparan. Menghirup gas klorin dalam konsentrasi tinggi akan menyebabkan edema pulmo.

Jika anda terpapar klorin, maka lakukan tindakan di bawah ini :

  • Segera tinggalkan area yang menjadi sumber paparan klorin. Pergilah ke luar ruangan. Jika ruangan tersebut tertutup rapat, maka matikan AC, kipas angin, heater dan tutup tungku pemanas.
  • Lepaskan kain atau pakaian yang terpapar klorin. Jika untuk melepaskan pakaian tersebut harus melalui kepala, potong atau gunting baju tersebut untuk menghindari kontak lebih lanjut dengan klorin.
  • Letakkan pakaian tersebut dalam kantong plastik dan segel dengan kuat, jauhkan dari orang-orang sekitar terutama anak-anak.
  • Segera cuci bekas klorin dari permukaan kulit dengan air yang mengalir dan sabun. Bilas bekas paparan klorin dengan air mengalir sebanyak-banyaknya.
  • Bila terciprat ke kaca mata, cuci kaca mata dengan sabun dan air sebelum dipakai kembali.

DAFTAR PUSTAKA :

  1. Global Healing Centre. How Does Chlorine in Water Affect my Health? Diunduh dari : http://www.ghchealth.com/chlorine.html
  2. New York State Departement of Health. The Facts About Chlorine General Information. 
  3. Saifudin AB dkk (Editor). Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo bekerja sama dengan Jaringan Nasional Pelatihan Klinik Kesehatan Reproduksi – POGI. Jakarta, 2002.
  4. Indrawati dan Sidharta A. Kegunaan Bahan Kimia dalam Kehidupan untuk Guru SMP. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (PPPPTK IPA) untuk Program “BERMUTU”. Jakarta, 2009.

KESIMPULAN :

Klorin itu bahan kimia yang sangat iritatif. Hindari air berklorin. Usahakan air minum bebas klorin. Klorin tidak baik dikonsumsi oleh ayam apalagi dikonsumsi oleh manusia.

Klorin berperan sebagai oksidan dan menimbulkan radikal bebas yang dapat merusak sel termasuk sel kulit. Jika harus menggunakan klorin, perhatikan baik-baik efek samping yang telah disebutkan di atas. Encerkan larutan pemutih sesuai dengan aturan pakainya. Jangan menggunakan cairan pemutih tanpa diencerkan. Karena umumnya pada larutan pemutih itu mengandung 5,25% klorin yang cukup dapat mengiritasi kulit. Gunakan UP (universal precaution) saat akan membilas alat bedah seperti jahit set atau partus set dengan klorin. Paling tidak pakai sarung tangan, sebaiknya ya lengkap pakai masker, handscoen dan sepatu kulit tertutup. Sebaiknya, kalau memcuci pakaian pun harus pakai handscoen atau sarung tangan. Agak lebay sih, tapi daripada ntar kulitnya ngelupas dan jangan lupa efek jangka panjangnya juga.

Kejadian nih, seorang petugas kesehatan membilas tubuh ibu postpartum dengan larutan klorin. Sebaiknya, ember untuk larutan klorin tidak hanya harus berbeda warnanya, tapi juga diberi label agar tidak tertukar!

Jangan terlalu sering menggunakan larutan klorin ya. Kalau di luar negeri, baju yang bau klorin aja langsung dilepas karena mereka takut efek klorin. Masak kita tiap hari mencuci menggunakan klorin, tanpa sarung tangan tanpa masker tanpa memikirkan efeknya untuk kesehatan. Kesehatan kita sama berharganya lho dengan kesehatan orang luar.  

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 17, 2011 in Kesehatan

 

Tag: , , , , , , ,

Kanker VS Rambut Rontok

Halmahera Co Ass Room, Jumat 13 Mei 2011

 

Lama gak pernah liat acara teve, rasanya makin heran aja liat sinetron-sinetron yang lagi tayang. Berhubung ada yang bawa teve, jadi ikut nimbrung liat deh. Ada salah satu cuplikan sinetron di salah satu teve swasta yang bikin Sari gemezzz dan rasanya crunchy abieszz. Garis besar cuplikannya gini nih :

*Sebut saja nama tokohnya “Kembang” Ceritanya, Si Kem (*kembang red) yang culun ini punya suami yang ganteng (Sebut saja kumbang). Padahal Si Kum (*kumbang red) ini udah diincer sama seorang cewek (Sebut saja kutu)yang kesengsem banget sama si cowok ini. Terus Si Kut (*kutu red) tadi menyamar jadi seorang Dokter pribadi Si Kem. Si Kut memvonis Si Kem sakit kanker otak. Nah, untuk lebih menyakinkan Si Kum dan kedua orang tuanya bahwa Si Kem ini kanker otak, maka Si Kut mengganti shampo si Kem dengan shampo perontok rambut. Terus waktu melihat rambut Si Kem rontok, Si Kum berkata:

“Kasihan si Kem, hari ini rambutnya tambah rontok. Sepertinya kanker otaknya makin parah.”

???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????

Spontan saya terbengong, dan wkwkwkwkwk tertawa…. Apa hubungannya kanker otak dengan rambut rontok ? Sepertinya ada yang mesti diluruskan di sini. Begini penjelasannya…

Rambut Rontok pada Penderita Kanker

Penderita kanker mengalami kerontokan rambut akibat menjalani kemoterapi. Kerontokan rambut sama sekali tidak ada hubungannya dengan tingkat keparahan suatu kanker. Kerontokan tersebut disebabkan karena efek dari kemoterapi kurang selektif. Pada dasarnya, efek kemoterapi adalah membunuh semua sel yang tumbuh dengan cepat seperti yang terjadi pada sel kanker. Sel folikel rambut kita mempunyai sifat tumbuh dengan cepat sehingga juga terkena efek dari obat kemoterapi. Rambut akan rontok pada hari 10 – 14 setelah penggunaan kemoterapi pertama kali. Rambut semakin lama akan menipis dan akhirnya rontok. Tidak hanya rambut kepala, namun juga alis mata, bulu mata, rambut badan dan rambut kemaluan pun ikut terkena efek kemoterapi. Kerontokan ini tidak permanen, dan akan perlahan tumbuh setelah 4 – 6 minggu paska kemoterapi komplit.

Pada kanker otak, karena target obat kemoterapi harus mencapai kepala maka efek terhadap kerontokan rambut kepala menjadi lebih besar. Namun demikian, tidak semua orang yang menjalani kemoterapi akan mengalami kerontokan rambut total, bisa saja sebagian atau hanya penipisan rambut atau bahkan tidak mengalami kerontokan sama sekali. Kemoterapi selain pada kanker otak menyebabkan efek kerontokan rambut yang lebih kecil.

Berikut ini tips bagi yang mengalami masalah kerontokan rambut untuk yang menjalani kemoterapi :

  1. Pilih potongan rambut yang pendek. Rambut pendek akan terlihat lebih berisi dan mengurangi beban akar rambut sehingga dapat mempertahankan rambut lebih baik.
  2. Gunakan shampo yang lembut seperti shampo bayi
  3. Sisir rambut anda dengan sisir yang bergigi jarang
  4. Kurangi frekuensi mencuci rambut menjadi beberapa kali saja dalam seminggu
  5. Hindari penggunaan aksesoris rambut
  6. Kurangi penggunaan pengering rambut
  7. Gunakan sarung bantal dari kain satin yang lembut
  8. Lindungi kepala dari sinar matahari dengan topi

Sekarang, jelas kan bahwa tidak ada hubungannya antara kerontokan rambut dengan keparahan kanker. Oleh karena itu, kepada semua pihak yang ingin menampilkan sesuatu hal berkaitan dengan keilmuan bidang tertentu diharap berkonsultasi lebih dahulu dengan ahlinya. Sari rasa, konsultasi singkat saja dapat memberikan manfaat yang besar bagi tontonan masyarakat Indonesia.

Masalahnya, sekarang ini lebih banyak penduduk Indonesia yang nonton teve daripada yang membaca buku. Makanya informasi terbesar yang diserap oleh penduduk Indonesia sebagian besar dari acara televisi. Kalau acaranya lebih bermutu dan berbobot, InsyaAllah para sutradara dan para kru pertelevisian sekalian juga ikut menyukseskan program mencerdaskan bangsa. InsyaAllah ilmu yang bermanfaat akan menjadi amal jariyah yang tidak akan pernah terputus hingga hisab kita di akhirat kelak. Maju terus IndonesiaKu!

Sumber :

http://lungcancer.about.com/od/livingwithlungcancer/a/hairloss.htm

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 14, 2011 in Kesehatan

 

Tag: , , ,

ANEMIA DALAM KEHAMILAN

ANEMIA DALAM KEHAMILAN


Ibu yang hamil benar-benar berada dalam rasa lelah yang amat sangat. Hamil aterm (cukup bulan) lamanya berkisar antara 37 – 41 minggu. Hampir 10 BULAN lamanya.

Si jabang bayi itu bagaikan parasit yang bukan hanya numpang hidup. Tapi juga numpang makan, numpang pipis, numpang tidur, ngisep darah, hidup pula. Haha..

Kalau bukan karena Allah yang menciptakan rasa cinta seorang ibu kepada anak yang dikandungnya, pasti udah dikata-katain kali tu si jabang bayi. Untuk mendukung kehidupan si bayi, tubuh ibu berkorban menempuh risiko sakit, cacat bahkan kematian. Hiii kehamilan itu penuh risiko lho!

Salah satu contohnya adalah perubahan terhadap fisiologis darah ibu. Darah ibu hamil itu encer.

Koq bisa? si janin yang notabene bagian tubuhnya sebagian besar adalah cairan (plasma), ikut mengalir bersama sirkulasi darah ibu. Akibatnya, darah ibu bagaikan digelontor berkilo-kilo air, padahal tidak terdapat peningkatan signifikan dari sel darah merah (SDM). Alhasil wal outcome nya adalah peningkatan kejadian anemia pada ibu hamil. AWAS, ANEMIA pada kehamilan meningkatkan risiko Angka Kematian Ibu. Makanya, ibu hamil HARUS and WAJIB cukup GIZI! Mau tau lebih lanjut tentang Anemia dalam Kehamilan? Simak yang berikut ini ye… oye…

  • Apa sih yang disebut dengan anemia dalam kehamilan ?

Anemia dalam kehamilan adalah keadaan dimana Hemoglobin (Hb) ibu pada kehamilan

  • Trimester I dan III           < 11 gr/dl
  • Trimester II                      < 10,5 gr/dl

Tanda dan gejalanya :

  • Ibu mudah lelah, pusing, mual, berkunang-kunang, mudah pingsan
  • Pucat terutama terlihat pada selaput kelopak mata, wajah dan telapak tangan
  • Bagaimana mengetahui apakah ibu hamil anemia atau tidak ?

Lakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur di Bidan atau Dokter, minimal :

  • Satu kali pada Trimester I (usia kehamilan 0 – 12 minggu)
  • Satu kali pada Trimester II (usia kehamilan 12 – 24 minggu)
  • Dua kali pada Trimester III (usia kehamilan 25 – 42 minggu)

Idealnya :

  • 1 x per BULAN pada umur kehamilan 0 – 28 minggu
  • 1 x per 2 MINGGU pada umur kehamilan 28 – 36 minggu
  • 1 x per MINGGU pada umur kehamilan 36 mimggu – Persalinan
  • Apa saja bahaya anemia dalam kehamilan dan persalinan ?

  1. Gangguan pertumbuhan janin
  2. Risiko persalinan prematur meningkat
  3. Gangguan kontraksi rahim saat persalinan
  4. Meningkatkan risiko tindakan perbaikan kontraksi saat persalinan
  5. Perdarahan pasca salin
  • Bagaimana pengobatan anemia dalam kehamilan ?

Pada dasarnya pengobatan anemia disesuaikan dengan jenis anemianya. Anemia yang paling sering diderita ibu hamil adalah anemia defisiensi besi. Pengobatan anemia ini yaitu dengan :

Pemberian preparat besi oral yang mengandung 200 mg Fe per hari diminum sebaiknya saat perut kosong (di antara waktu makan atau sebelum tidur) hingga Hb > 10 g/dl kemudian diteruskan hingga 3 bulan setelahnya. Bila tidak memungkinkan dengan terapi per oral, maka diberikan transfusi.

  • Bagaimana pencegahan agar tidak menderita anemia dalam kehamilan ?

  1. Cukup nutrisi selama kehamilan! Ibu hamil tidak ada pantangan makanan kecuali ibunya mau makan beling atau makan kulit duren.
  2. Banyak makan yang mengandung besi haem yang berasal dari hewani seperti hati, daging, telur, dan lain2.
  3. Minum susu.
  4. Jangan minum teh setelah makan, karena teh dapat menurunkan penyerapan besi.
  5. Bawa camilan sehat saat sedang bekerja, supaya gizinya cukup
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 9, 2011 in Kesehatan

 

Tag: , , ,

 
%d blogger menyukai ini: